Gimana kalau jodoh kita adalah kematian?
Hari ini aku pulang dari Jogja menuju kota kelahiranku. Kota kecil yang berada di Jawa Timur. Kota sepi, yang banyak orang bilang, ini adalah kota yang cocok untuk hidup setelah pensiun. Aku menaiki kereta antar kota, kelas ekonomi tentu saja. Kereta yang kutumpangi kali ini penuh, semua kursi telah terisi oleh manusia-manusia yang ingin kembali ke kota asal mereka, barangkali malah ada yang mau liburan, ya siapa yang tahu, sebab aku juga tidak bertanya kepada mereka satu per satu. Saat menaiki kereta api ini, aku duduk di samping jendela. Tempat duduk kesukaanku sebab bisa memandang dunia luar. Saat kereta ini melaju, kami melewati area persawahan yang hijau, beberapa petani sedang bekerja menyemprot zat pengusir hama agar padi-padi itu dapat tumbuh dengan bagus dan memiliki kualitas yang bagus. Bagi mereka, ini adalah tentang kualitas, bagi aku yang kini berada dalam kereta dan melewati mereka, ini adalah sebuah pemandangan yang mengagumkan. Mataku sejenak melirik pada penumpan...